Langsung ke konten utama

Jadilah teman hidupku

Suratku untukmu, teman hidupku...
Kita bertemu bukan tanpa sebab, pun kita bersatu karna tuhan punya cerita indah yg dapat kita buat. Aku disini untukmu, kau pun begitu. Jadilah teman hidupku, selamanya. Tak hanya bersama dalam nafas, tetaplah membersamaiku hingga kau dan aku bertemu lagi di tempat yg lebih indah. Komitmen ini tak sederhana. Inilah komitmen yg kita bangun untuk banyak nafas lainnya. Cerita ini bukan hanya tentang suka dan cinta. Ini adalah tentang menerima apa yg kau tak suka dan apa yg aku tak suka dari masing" kita. 
Setelah kau memutuskan untuk mengambil alih seluruh tanggung jawab yg dipikul ayahku, sejak itu pula aku bersedia patuh dan tunduk padamu bahkan lebih dari siapapun, karena surgaku ada pada bahagiamu. Sejak itu juga kau dan aku berjanji setia untuk saling menggenggam dan  menjaga. Aku ingin kita berproses sama-sama, tak hanya dalam suka tapi juga dalam duka dan asa. Kini kau dan aku menjadi kita, aku kini milikmu dan kau milikku. Kita akan berkolaborasi dalam menciptakan kebahagiaan keluarga kecil kita. Kita berjanji saling mendukung dan mengingatkan. Janji bertahan tlah kita ucapkan, walaupun keadaan serasa beban. Sumpah bersama tlah kita peluk bersama, meski banyak ombak mengganggu menuju dermaga. Aku adalah kamu dan kamu adalah diriku. Oleh karenanya, Aku akan setia mendengarkan semua bahagia dan keluh kesahmu. Aku ingin selalu menjadi orang pertama yg kau suguhi senyummu ketika kau bahagia dan menjadi orang pertama dalam pelukmu saat kau butuh penguat jiwa begitupun sebaliknya. Aku tak ingin menanam bara untuk kehidupan selanjutnya. Aku tak ingin berada didepan sedang kau dibelakang, begitupun sebaliknya. Aku ingin kita berjalan beriringan, saling mengingatkan. Aku akan menjadi tempat kau menaruh segalanya karena akulah wakilmu dan kau pemimpinnya. 
Setelah kita bersama akan hadir putra putri kecil yg menambah bahagia, sebagai amanah yg sangat luar biasa. Tuhan mempercayakan kita untuk menjadi orang istimewa yg biasa kita sebut "orangtua". Kita satukan dua keinginan yg berbeda demi membuat mereka lebih mulia bahkan melebihi kita. Kita rawat dan kita jaga bersama, karena apapun yg terjadi pada mereka adalah tanggung jawab kita. Kita memberikan pendidikan terbaik bagi mereka dan membangun jiwa mereka dg pondasi agama, Membekalinya keberanian dan kepedulian terhadap sesama. Agar hidup mereka tak jadi salah kaprah. 
.
Mereka akan menjadi dewasa dan memilih teman hidup mereka juga, dan kita harus mengikhlaskannya. Itulah amanah. Tak terasa kita sudah semakin tua. Kini mereka juga akan menjalani hidup layaknya kita. Berjuang dari bawah, berproses bersama dan menciptakan asa menjadi bahagia. Kini mereka bahagia memiliki keluarga kecil baru, dan kita menjadi penasehat setia yg slalu menaruh khawatir yg sama. Dan kita akan kembali seperti semula, hanya berdua namun dalam suasana hati yg lebih indah.
Kita akan tetap menggenggam dan mengingatkan walaupun dalam senja. Menikmati masa senja dengan bahagia dan melihat mereka bahagia. Kita hanya tinggal memanen bahagia setelah sekian lama menanam asa. Dan akan meninggalkan dunia dg senyum merekah.
Sejauh itu inginku padamu, duhai teman hidupku...

Komentar